Polisi Amankan Pembuang Bayi di Sungai Kresek Kediri, Pelaku Ibu Sendiri


Kota Kediri - Pembuang bayi yang ditemukan di Sungai Kresek, Kediri, diamankan. Pelaku ternyata adalah ibu bayi sendiri. Ibu yang tega membuang bayinya sendiri itu adalah MYP (19), warga Banjaran, Kota Kediri.

"Berdasar analisa dan penyelidikan, pelaku pembuangan bayi merupakan orang sekitar aliran sungai Kresek, Kelurahan Banjaran. Hanya 4 jam setelah temuan kejadian kami mendapat titik terang," kata Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Girindra Wardhana kepada detikcom, Senin (16/8/2021).

Berdasarkan pendataan warga hamil yang disampaikan warga, ada seorang ibu berinisial DM yang tengah perawatan di rumah sakit karena akan melahirkan. DM adalah ibu pelaku yang juga tengah mengandung dan hendak melahirkan.

ad

Saat dimintai keterangan, suami DM atau ayah pelaku kaget saat dikabari bahwa ada bayi yang dibuang. Ayah pelaku mengatakan bahwa istrinya belum melahirkan. Polisi kemudian mendatangi rumah pasutri tersebut.

Ternyata saat dilakukan pemeriksaan ke rumah, polisi mendapati ada pelaku yang terlihat kurang sehat. Berdasar keterangan warga sekitar sungai, diketahui ada salah seorang warga yang melihat pelaku terjatuh saat berusaha naik ke atas dari aliran sungai. Bahkan kondisi pelaku saat dibantu naik ke atas terlihat pucat dan mengeluh kesakitan.

Polisi juga mendapatkan petunjuk lain berupa foto pelaku yang sempat diambil oleh warga. Pelaku saat itu berada di aliran Sungai Kresek.

Pelaku akhirnya mengaku. Pelaku pada Jumat (13/8) melahirkan di kamar mandi rumahnya. Tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut meskipun ada ayah, ibu, dan adiknya di rumah.

"Jadi pelaku ini memang menutupi kondisi kehamilan dirinya dari keluarganya karena postur tubuhnya. Ia melahirkan di kamar mandi rumah, lalu bayi dibuang ke sungai," imbuh Girindra.

Saat ini pelaku masih di rumah sakit. Pelaku untuk sementara tengah dirawat sebelum proses penyidikan lebih lanjut dilakukan atas perbuatannya.

"Mohon waktu terkait motif dan apakah ada pihak lain yang terlibat masih dalam penyelidikan sembari menunggu proses perawatan medis pelaku," pungkas Girindra.