SOSOK DOKTER YANG TAWADHU'



Oleh: Nova Miftahudin
Pembina Majlis Al-Fatihah dan Alif Berani Tobat

Lebteraumat.com,Malang-
Belum lama kita kehilangan sosok Dokter yang Tawadhu'. Kabar duka menyelimuti masyarakat pada Jum'at malam, 2 Juli 2021. Rasa kehilangan yang begitu mendalam pasti dirasakan terutama orang yang kenal dengan Beliau. Beliau adalah dr. Didik Sulasmono. Bahkan ada yang masih belum percaya bila beliau telah tiada. 

 "Maa shaa Allooh aku ae ndak percaya beliau iku ndak ada. Tiba tiba saja 😢" pesan singkat wa dari Johan salah satu Relawan Forum Me-Dan Surabaya. 

Beliau dianugerahi Allah Ta’ala memiliki  Klinik Pratama dr. Didik Sulasmono (KDS) yang beralamat di Jl. Ali Sakti No.06 Dusun Sidorejo Desa Gitik Rogojampi Banyuwangi Jawa Timur. Dari Ni'mat ini beliau memaksimalkan untuk menebar manfaat kepada  masyarakat. Seringkali beliau tidak mengambil upah dari jasa pengobatan kepada masyarakat yang tidak mampu. Bahkan yang satu tahun terakhir ini beliau menebar Probiotik di berbagai daerah Nusantara bagi membutuhkan secara GRATIS. San banyak sekali yang merasakan manfaatnya. Semoga menjadi amal pemberat timbangan kebaikan di yaumil hisab. 

Karena ketawadhu'annya menjadikan orang sekitarnya  segan. Tidak memandang usia di saat komunikasi, seringkali menggunakan kalimat "Njenengan (baca Anda, dimana kalimat ini merupakan bahasa jawa kromo inggil biasa digunakan untuk menghormati orang yang lebih senior)" sapaan ini disampaikan ke siapapun. Padahal yang diajak ngobrol adalah orang yang jauh lebih muda. Bahasa yang santun, setiap untaian katanya diliputi dengan senyuman. Maka tidak jarang banyak orang yang  mengaku bahwa orang tersebut adalah terdekatnya. Bukan lain karena keakrabannya saat bersahabat dengan siapapun. 

Benar apa yang dikatakan Rasulullah SAW :

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ

“Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim no. 2588). 

Yang dimaksudkan di sini, Allah Ta’ala akan meninggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat. Di dunia, orang akan menganggapnya mulia, Allah pun akan memuliakan dirinya di tengah-tengah manusia, dan kedudukannya akhirnya semakin mulia. Sedangkan di akhirat, Allah akan memberinya pahala dan meninggikan derajatnya karena sifat tawadhu’nya di dunia (Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,  16: 142)

Dari sisi pakaian yang sederhana, sehingga tidak sedikit orang yang terkejut bila beliau itu adalah seorang dokter, mereka menyangka beliau orang biasa saja. Dan memang khalayak umum memahami bahwa seorang dokter itu selalu berpenampilan pakaian yang wah. Namun tidak berlaku dengan beliau. 

Beliau sosok Dokter yang menyegerakan amal shalih, sering mengadakan bhaksos di berbagai daerah, baik dari sunat massal maupun cek kesehatan dan pengobatan. Beliau bukan hanya disapa sebagai dokter saja, namun sering juga masyarakat memanggil Beliau dengan panggilan Ustadz, yaa... Beliau bukan hanya seorang dokter yang memberikan resep obat saja namun juga nasehat. 

Beliau sering memberikan nasehat. Yang selalu kami ingat adalah sebuah perkataan :

*"Kelak Allah SWT tidak akan bertanya apa profesimu, tetapi Allah akan menanyakan amal apa yang telah kamu perbuat di dunia."* dr. Didik Sulasmono -rahimahullaah-

Berbagai kebaikan Beliau lakukan selama hidupnya. Yang senantiasa dikenang. Bahkan ada di antara seniman yang ketika melihat foto Sang Dokter Tawadhu' itu tidak kuat menahan air matanya. Karena rasa kehilangan sosok Dokter yang Tawadhu', santun, merakyat dan menyegerakan amal shalih. Komentar setelah mendengarkan kabar duka tersebut. 

"Pasti bercucuran air mata terus, dalam kondisi tanpa melihat gambar beliau aja, masih sering meneteskan air mata" Kang Siswanto Seniman Banyuwangi.

Semoga Allah Ta’ala menerima semua amal ibadahnya dan mengampuni dosa-dosanya dan melimpahkan kesabaran kepada keluarganya. Aamiin yaa Robb

Editor: Sudono Syueb