PENGERTIAN MUNAFIK



Oleh: eLSI

بِسْــــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Lenteraumat.com,Surabaya-
Nifak atau kemunafikan secara bahasa yaitu menampakkan kebaikan dan menyembunyikan keburukan. Sedangkan nifak menurut istilah yaitu menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran. 

Nifaq ada dua macam, yaitu: Nifaq keyakinan (I’tiqodi) dan nifaq amal (amali). Pada umumnya nifaq keyakinan adalah nifaq besar (akbar), yaitu bersem

ayamnya kekufuran di hati seseorang, baik karena adanya pendustaan, ataupun karena tidak adanya ketundukan yang merupakan perbuatan hati, tetapi secara zhahir lisan dan perbuatan, sang munafik menampakkan keimanan. Orang seperti ini tetap diperlakukan sebagai seorang Muslim, sampai kekufuran yang ada di hatinya diwujudkan dalam bentuk kekufuran lisan atau perbuatan. Apabila hal ini terjadi, maka orang tersebut diperlakukan sebagai seorang murtad. 

Alloh ta’ala berfirman, _“Di antara manusia ada orang-orang yang berkata, “Kami beriman pada Alloh dan hari akhir”, sedangkan mereka bukanlah orang-orang mukmin.”_ *(QS. al-Baqoroh: 8)*

Pada umumnya *nifaq amalan* adalah nifaq kecil (asghor), yaitu ketika seseorang hanya mengerjakan beberapa sifat dan amal perbuatan orang munafik. Tetapi apabila semua amal perbuatan dan sifat-sifat orang munafik dikerjakan, maka seorang mukmin bisa terjatuh kepada nifaq besar, yaitu akan menjadi munafik murni. 

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, _“Ada empat perkara yang jika hal tersebut terkumpul pada diri seseorang, maka ia adalah seorang munafik sejati. Dan barangsiapa yang ada pada dirinya satu bagian darinya, maka pada dirinya ada satu sifat nifaq hingga ia meninggalkannya, yaitu: apabila diamanati ia berbuat khianat, bila berbicara ia berdusta, bila mengadakan perjanjian ia melanggar dan bila berselisih ia berbuat aniaya.”_ *(HR. Bukhori Muslim)*

Sumber: Kuliah Lembaga Studi Islam