NAVIRI 10 DZUL HIJJAH: VAKSINASI CINTA SAAT IIDUL ADHA



Oleh: Ust. dr. Anwar Luthfi

Bismillahirrahmanirrahim

Lenteraumat.com,Surabaya-
Sejarah qurban antara Sang Ayah Ibrahim & puteranya Ismail yang terabadikan dalam Qur’an adalah hasil *VAKSINASI CINTA.* Ya, Ayah Ibrahim telah memvaksin dirinya dengan cinta Ilahi hingga ia immune dari godaan iblis dan lebih mendahulukan taat daripada maksiat. Karena Ananda Ismail telah memvaksin dirinya dengan cinta Ilahi hingga ia siap sedia mematuhi titah Ilahi. Demikian pula bunda Hajar dirinya telah divaksin cinta Ilahi hingga ia relakan suaminya menjalankan perintah wahyu Ilahi dalam mimpi untuk sembelih putera kinasihnya. Bahkan jauh sebelum itu, saat ayah dan suami yang digelari Alláh dengan kinasih Alláh (khaliilulláh) itu meninggalkan sang isteri dan puteranya yang masih merah di lembah tandus bakkah, vaksin cinta Ilahi itu telah mengalir dalam aliran darah dan denyut nadi Hajar saat ia berteriak menyapa Ibrahim, "Apakah Alláh yang titahkan engkau suamiku untuk meninggalkan aku dan puteramu disini?", soalan yang menghunjam sekaligus menusuk sembilu hati sang suami. Tanpa menoleh ke belakang, Ibrahim jawab singkat, ya. Lalu sang isteri lantang berseru, "Kalau begitu adanya, Alláh pasti akan menjaga kami dan tidak menyia-nyiakan pengorbanan kami berdua". Vaksin cinta ini sungguh mengalir begitu derasnya di dalam pembuluh dan urat nadi ketiga hamba yang pasrah pada ketetapan Ilahi.

Vaksin cinta itulah yang melahirkan syariat ibadah haji dan qurban yang kita kenal saat ini.

Alláhu Akbar, Alláhu Akbar, walilláhi alhamdu

Saat ini kita perlu sekali memvaksin cinta Ilahi dalam diri kita dan keluarga kita, agar keluarga inti dan besar saling menguatkan satu sama lain untuk mengokohkan imunitas ketaatan kita kepada Ilahi robbi

Suami dan istri wajib memvaksin cinta Iláhi dalam dirinya 

Orangtua dan anak wajib memvaksin cinta Iláhi dalam dirinya

Pemimpin dan rakyat wajib memvaksin cinta Iláhi dalam dirinya

Ulama dan umaro wajib memvaksin cinta Iláhi dalam dirinya

Tetangga, kerabat dan sahabat wajib memvaksin cinta Iláhi dalam dirinya

Saudara seiman dan saudara sebangsa setanah air wajib memvaksin cinta Iláhi dalam dirinya

Untuk apa? Supaya tumbuh kuat imunitas cinta keluarga, cinta rakyat, cinta bangsa dan negara, serta cinta sesama untuk saling melindungi dan menjaga diri agar kita semua terhindar dari marabahaya virus² yang mengintai, virus hubbu dunya yang mematikan, virus kebencian yang menghancurkan, virus kebodohan yang menularkan, virus keegoisan yang membinasakan, virus fanatisme yang mencelakakan dan virus kezaliman yang meruntuhkan sendi-sendi kemanusiaan.

Ayo vaksinasi cinta Iláhi dalam diri kita semua sehingga lahirlah spirit pengorbanan untuk mengalahkan hawa nafsu, mengecilkan iming-iming duniawi, menghilangkan aneka waham kebodohan, kebencian, egoisme, dan fanatik buta, serta mengikis habis tirani kezaliman yang melanda seluruh sendi kehidupan agar hidup kita ini kembali kepada fitrahnya Adam, Idris, Nuh, Hud, Salih, Syuaib, Lut, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, Yusuf, Musa, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Yunus, Zakaria, Yahya, Isa dan Muhammad صلى الله عليه وسلم .

Merekalah para penemu sekaligus vaksinator cinta Iláhi kepada ummat manusia. Merekalah teladan terbaik yang telah tervaksin dalam dirinya cinta Ilahi, yang mengalir dalam ucapan dan tindakannya potret cinta sejati seorang hamba kepada Rabbnya.

Mari masukkan virus-virus aktif cinta Iláhi ke dalam diri kita, keluarga, ummat, bangsa dan negeri kita hingga semesta kita untuk bangkit dan mengalahkan virus-virus hawa nafsu, hubbu dunia, kebodohan, kebencian, egoisme dan fanatik buta hingga kezaliman dalam kehidupan kita.

Demi Alláh, kita lebih memerlukan vaksin cinta Iláhi ini sebagai kebutuhan dasar melebihi kebutuhan kita terhadap vaksin apapun. Jika hati dan jiwa kita sudah immune dengan vaksin cinta Ilahi, demi Alláh kehidupan kita akan jauh lebih baik, karena saat itulah hubungan antar pribadi, antar keluarga, antar sesama akan dipimpin dan dibimbing oleh cinta Iláhi. 

Mari kita galakkan vaksinasi cinta Iláhi dan tegakkan protokol cinta Ilahi dan protokol kesehatan dalam semua sendi kehidupan. 

Protokol langit dan protokol bumi tidak boleh berpisah, keduanya harus berjalan seiring, harmonis dan saling menguatkan. Protokol bumi hanya akan berjalan baik jika ia dibimbing oleh protokol langit yang disimbolkan dengan vaksin cinta Iláhi.

Selamat merayakan Hari Raya Qurban dan Haji, 10 Dzulhijjah 1442 h di tengah pendemi. Semoga cinta Iláhi, cinta Qur’an dan cinta teladan Sang Rasul terus menaungi dan merahmati kehidupan kita dari dunia hingga akhirat nanti.

تقبل الله منا ومنكم 

Dari kami hamba Allàh yang fakir kepada cinta Ilahi & ampunan-Nya 

Editor: Sudono Syueb