IKHTIAR COVID: JANGAN PISAHKAN ANTARA MEDIS DAN TEOLOGIS


Oleh: dr Tjatur Prijambodo, M.Kes.
Direktur RS Aisyiyah Siti Fatimah, Tulangan, Sidoarjo.


Assalaamu'alaikum Wr Wb.

Lenteraumat.com,Sidoarjo-
Saat ini semakin tinggi resiko utk terpapar Covid-19, terbukti dengan  penambahan masyarakat yg terkonfirmasi Positif Covid, semakin banyak.

Untuk menjaga diri dan keluarga dari Covid-19, ada beberapa hal yg harus kita pahami. 
Membicarakan Pandemi ini, tidak bisa dipisahkan  antara Aspek Medis & Teologis (Spiritual). Jangan mengedepankan salah satunya. Jika hanya MEDIS yg dikedepankan, yg terjadi adalah KESOMBONGAN. Jika hanya TEOLOGIS yg dikedepankan, yg terjadi adalah KESALAH-PAHAMAN.

Penyakit karena Virus (termasuk Covid-19), disebut Penyakit yg SELF LIMITING DISEASE. Penyakit yg bisa disembuhkan diri sendiri jika Imunitas/Daya Kekebalan Tubuh baik. Maka SENJATA UTAMA utk menghadapi Covid-19 adalah IMUNITAS YANG TINGGI (BAIK).

Islam menganjurkan untuk terus ber-ikhtiar meningkatkan imun, dengan Ikhtiar Medis & Teologis.

Ikhtiar Medis:
1. Istirahat yang cukup
2. Tidur tidak terlalu larut malam
3. Makan dengan gizi seimbang.
4. Minum air, minimal 1,5 liter (6 gelas blimbing)
5. Olahraga atau aktifitas ringan di rumah.
6. Jika perlu, minum Multivitamin atau Probiotik.

Ikhtiar Teologis:
1. Memperbanyak Istighfar, karena akan membuat hati bersih, yang akan meningkatkan sistem imun.  “Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS Al-Anfaal 33).

2. Memperbanyak sedekah. Berdasarkan studi oleh Jorge Moll dari National Institutes of Health terbukti bahwa ketika seseorang melakukan donasi atau sedekah, beberapa area di otak yang terkait dengan kenyamanan, koneksi sosial, dan rasa percaya, turut aktif sehingga menciptakan efek positif terhadap perasaannya, juga membuat otak melepaskan hormon endorfin, memproduksi hormon dopamin serta oksitosin yang mampu meningkatkan imunitas tubuh dan mengurangi stres. "Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung" (Al-Hasyr 9) dan “Sedekah itu menutup tujuh puluh pintu kejahatan.” (HR Thabrani)

3. Sabar terhadap semua skenario Allah ini. Sabar dalam arti tetap ber-ikhtiar melakukan langkah pencegahan. Sabar dan Sholat sesungguhnya menjadi kunci utama peningkatan sistem imun, sesuai Al Quran Surat Al Baqarah 153, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah SABAR dan SHOLAT sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. 

4. Selalu mengingat Allah, dengan berdzikir. Karena saat mengingat Allah, hati menjadi tenang, otak merelesae hormon oksitosin yang akan meningkatkan sistem imun. Ar Ra’dhu 28. Tubuh akan memproduksi Natural Killer Cell (NK Cell), saat seseorang berada dipuncak spiritualitas nya karena selalu mengingat Allah

5. Berdoa Tanpa Henti, menghilangkan stress dan membuat bahagia, memunculkan Hormon Kebahagiaan. "Tidak ada yang dapat mencegah takdir, kecuali doa.” (HR. Al-Hakim).

Serta tetap menerapkan Protokol Kesehatan:
1. Memakai Masker, melindungi fisik. Berdzikir Melindungi Lahir dan Batin. 
2. Mencuci Tangan, disertai Ringan Tangan (sedekah) dan Rajin Menengadahkan Tangan (berdoa), terutama di 1/3 malam. 
3. Menjaga Jarak Penting, Jaga Iman juga Penting.
4. Menjauhi Kerumunan, jangan lupa juga Jauhi Kemaksiatan.
5. Membatasi Mobilitas, jangan lupa tetap ke Masjid yang menerapkan protokol kesehatan yg ketat.
6. Menghindari Makan Bersama (selain keluarga di rumah), dan jangan makan berlebihan (Al A'raf 31)

Maka, tetaplah Sabar dengan menjalankan Protokol Medis dan Teologis, in syaa Allah kita akan dihindarkan dari penyakit apapun dan akan diberi kesehatan yg Optimal.

Aamiin 3x yaa  Robbal 'aalamiin

dr. Tjatur Prijambodo, M.Kes
Direktur RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan Sidoarjo.

Sumber: akun wa keluarga besar Sainjun Fatah
Editor: Sudono Syueb