TIPS HIDUP SEHAT DAN AWET MUDA (1)



Oleh: Ust. Abdullah Mukti
Alumni Ponpes YTP, Kertosono


Bismillaahir rohmaanir rohiiim.

Lenteraumat.com,Sidoarjo-
Sering kita melihat seseorang yang sudah banyak umurnya, tapi masih tampak muda dan sehat. Apa sih rahasianya ?

Maaf saudaraku. 
Saya akan berbagi pengalaman saja. Dan mungkin pengalaman ini hanya sekedar washilah atau penyebab saja. Karena semua yang ada dan terjadi itu karena sebab لكل شئ سبب bagi tiap sesuatu itu pasti ada sebab. Begitulah qodlo'  qodar Alloh Subhaanahu wa ta'aalaa.

Saudaraku yang mulia.
Pada waktu saya besuk Bos saya di Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya, saya ngobrol dengan para dokter Rumah Sakit tersebut. 
Dalam kesempatan ini saya iseng bertanya kepada mereka.
Saya : Dokter ! apa sih yang menyebabkan banyak orang sakit bahkan sampai ajal tiba padahal  makanan dan minuman diproses dengan  mesin serba canggih sehingga sudah layak untuk dikonsumsi ?
Dokter :  Ada tiga pola yang dilakukan manusia dengan cara yang salah.
1. Pola hidup yang 
    salah.
2. Pola makan yang
    salah.
3. Kebanyakan pola
    (kakean pola, jawa).

Jawaban dokter sangat simple sekali
Maka saya coba menjabarkan menurut agama Islam. Dan saya ambil yang kedua dulu nanti saya lanjutkan pada kesempat berikutnya.

Para pembaca yang bahagia.
Memang di zaman tekhnologi pangan yang sangat canggih ini membuat manusia semakin ngiler dan mendorongnya untuk menikmati semua yang ada. Manusia banyak yang serakah dan rakus sehingga tidak bisa (mau) berfikir mana yang halal dan yang haram ? Mana yang baik (menyehatkan) dan mana yang buruk (menjadikan sakit) ?.

Nah  ! Bagi orang yang beriman kepada Alloh dan RosulNya hendaknya mengikuti panduan dari Alloh dan Rosulnya .
Alloh SWT berfirman : 

فالينظر الانسان الى طعامه

Maka  hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.
QS. ' Abasa ayat 24.
Jadi seorang yang beriman  itu apabila akan makan sesuatu hendaknya berfikir, makanan ini halal atau haram, baik atau buruk bila dimakan.
Baru berdoak (bhs. Indonesia) dan makan.

Di dalam surat Al-Baqoroh ayat 168 dijelaskan :

يا ايها الناس كلوا مما  في الارض حلالا طيبا ولا تتبعوا خطوات الشيطان انه لكم عدو مبين .

Wahai manusia ! makanlah yang  halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithon. Sesungguhnya syaithon itu adalah musuh yang nyata bagimu .
Juga pada ayat 172 mungkin ada Al-qur'an  yang tertulis ayat 171 di sana dijelaskan :

يا ايها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم.......

Wahai orang orang yang beriman ! Makanlah di antara rizki  yang bai baik yang kami berikan kepada kamu....
Di ayat 172 ini Alloh tidak mencantumkan kalimat halal. Mengapa ?
Kata para pakar, karena seorang yang beriman (muslim) sudah tahu  makanan yang harus dimakan tetapi banyak orang yang  beriman  belum tahu yang thoyyib (yang baik untuk tubuhnya).

Label halal yang ada di bungkus makanan itu apa mesti halal ? Saya pernah mendengar dari teman orang Tionghoa, bahwa halal itu bagi dia adalah lezat. Maka di surat 'Abasa di atas kita diperintah memperhatikan yang maksudnya teliti dan cek benar benar halalkah makanan itu ?
Al-qur'an di atas tadi tidak memerintah "dan minumlah". Karena perintah makanlah itu juga termasuk minum (apa yang dimasukkan ke perut melalui mulut). 

Halal itu artinya boleh, tidak dilarang.
Halal itu ditinjau dari :
1. Cara memperoleh dan cara memasaknya.
2. Dzatnya

Di era zaman tekhnologi pangan yang sangat canggih ini hendaknya kita hati hati memilih makanan.
Ada penyedap rasa makanan. Ada juga pemanis dan aroma yang menarik sekali.
Bila dari pohon, buah atau daun 99 persen halal. Tetapi kalau terbuat dari hewani, waspadalah ! Jangan jangan dari hewan yang tidak halal dan membahayakan tubuh kita.
Ada juga cara yang dilakukan penjual makanan. Agar lezat waktu nggoreng diberi minyak atau lemak(gajih) babi. Maaf, saya pernah tertipu dan akhirnya kecewa berat. 
Dalam ayat 162 dan 172 disertakan yang طيب  baik . Menurut pakar gizi ialah yang menyehatkan.

Petanyaannya. Apa mungkin yang halal itu tidak menyehatkan tubuh manusia ?
Begini uraian singkat saja.
Pisang ambon/raja itu halal tapi tidak boleh dikonsumsi penderita diabet karena manisnya.
Tempe menjes makanan favorit para remaja dan ibu ibu itu halal tapi tidak menyehatkan karena terbuat dari ampas kedelai sebagai bahan tahu.
Ikan laut itu juga halal tetapi menurut pakar kesehatan bisa menaikkan tekanan darah dan kolesterol.
Minuman yang manis itu halal dan segar tetapi berbahaya bagi pengidap diabetes. Dsb.

Saya rasa semua orang pasti ingin menikmati makanan dan minuman yang ada tetapi takut sakit atau kambuh dari penyakitnya.
Begini pengalaman saya : 
Saya punya teman pengidap gula darah yang tinggi. Dia ini bebas makan dan minum asal halal. Saya bertanya : " Apakah anda tidak takut dengan sakit anda ? Jawabnya singkat. Di akhirat belum tentu bahagia di dunia tidak bahagia pak. Pokoknya setelah makan minum yang enak dan segar (manis) saya langsung minum air putih satu botol ukuran besar agar semua cepet keluar lewat urin ". Bolehkah ditiru ? Sulit menjawabnya.
Saya juga punya ustadz. Beliau cerita tentang Abinya kena sakit prostad, tapi tidak berani oprasi. Akhirnya dibelikan obat/jamu peluntur (untuk wanita). Ndilalah, katanya kencingnya seperti ada nanah kental beberapa hari kemudian kembali seperti semula. Ternyata Abinya sembuh dari sakit prostad. Bisakah ditiru ? Juga sulit menjawabnya.
 
Kalau saudaraku pernah berobat ke dokter, pasti diberi jadwal dan takaran/aturan makanan dan minuman sehari harinya. Dan setahu saya tidak pernah/belum dengar dokter bilang pasiennya sembuh. Yang sering itu bilang sudah normal. Karena mungkin menurut dokter orang sakit itu tidak akan sembuh dari penyakitnya.

Bagi saya pribadi juga sama dengan saudara saudara yang lain yaitu ingin sekali menikmati semua makanan dan minuman yang telah disediakan Alloh SWT selama itu halal dan thoyyib. Tidak yang thoyyib pun kadang kadang juga saya santap saja. Terus bagaimana ?.
Saya mengikuti Al-qur'an saja.   Dalam surat Al-a'rof 31 dijelaskan :

وكلوا وشربوا ولا تسرفوا انه لا يحب المسرفين .

Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang yang berlebih lebihan.

Ya secukupnya atau sekedar pernah/bisa merasakannya.

Bersambung ........

Editor: Sudono Syueb