KISAH UMAT TERDAHULU SEBAGAI SINDIRAN UNTUK UMAT SEKARANG


Oleh: Agha Jozept
Kader Partai Ummat, Jawa Timur

Lenteraumat.com,Malang-
Yusuf (12) : 3 
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, 
dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

Yusuf (12): 111  
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat *pengajaran* bagi orang-orang yang *mempunyai akal* . 
Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, 
akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, 
dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

'Ibrahim (14) : 52 
(Al Quran) ini adalah *penjelasan yang sempurna* bagi manusia, 
dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, 
dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang *berakal* mengambil pelajaran.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Kisah-kisah dalam Al-Qur’an adalah adalah sejarah nyata,  bukan sejenis dongeng-dongengan. 
Dan bukan pula cerita rekayasa,  
sebagaimana sejarah-sejarah tulisan manusia umumnya. 
Karena (kisah-kisah) 
Al-Qur’an adalah firman Allah yang pasti terjamin kebenaran dan keasliannya. 

Kisah-kisah (Sejarah)  tersebut sengaja difirmankan Allah bukanlah semata untuk *ngrasani/menggunjing* orang-orang dahulu kala,  
samasekali bukan itu tujuan adanya kisah-kisah dalam Al-Qur’an. 

Justru itu untuk "ibrah"  (pengajaran)  bagi umat zaman ini agar tidak melakukan "kebodohan"  yang sama yang telah dilakukan umat-umat terdahulu. 
Lebih tepatnya *sindiran* untuk umat Islam zaman sekarang agar bercermin dari kisah orang-orang dahulu kala. 

Tapi itulah bedanya bagi yang menggunakan akalnya dan tidak menggunakan akalnya, 
sehingga Al-Qur’an memberikan peringatan (lebih tepatnya sindiran),  menjadi bermanfaat bagi mereka yang mau "menggunakan akal"nya dan memperoleh pelajaran. 

Sedangkan bagi mereka yang tidak mau menggunakan akalnya,  
nyaris sia-sia keberadaan Qur’an baginya,  karena tidak akan mendapatkan ibrah dari kisah-kisah dalam Al-Qur’an. 

Mereka menganggapnya kisah-kisah itu hanyalah terjadi di masa lalu, 
tak ada hubungannya dengan masa sekarang.

Sudah jelas dan ditegaskan dalam ayat di atas (14:52),  hanya orang-orang yang mau menggunakan akalnya-lah (bersedia berfikir dan merenungkan) yang dijanjikan memperoleh pelajaran (ilmu dan hikmah). 
Sehingga tidak berlaku (untuk mendapatkan ibrah) bagi mereka yang tidak menggunakan akalnya. 

Dan hikmah kisah-kisah Al-Qur’an,  
antara lain adalah  jika seseorang tidak mau menggunakan akalnya,  
maka akan menjadi Jahiliyah (bodoh),  
dan sifat-sifat Jahiliyah inilah yang menjadi penyebab kebinasaan orang-orang zaman dahulu seperti yang dikisahkan dalam Al-Qur’an. 

Tergantung masing-masing pribadi muslim untuk mengikuti petunjuk Qur’an agar selamat dalam naungan Allah, 
atau lebih enjoy mewarisi dan menapaktilasi kebinasaan orang-orang dahulu kala. 

Wallahu a'lam bish-shawabi 
Mohon koreksi dan penyempurnaannya 
Semoga menjadi bahan renungan dan bahan diskusi yang bermanfaat 
#aghajozept2018#

_(sangat boleh di edit dan di share kembali,  *tanpa* harus izin penulis)_

Editor: Sudono Syueb