PW PII MALUT TOLAK MUSDA KNPI di HALUT dan AJAK 3 VERSI KNPI MALUT LAKUKAN ISLAH

PW PII Malut Tolak MUSDA KNPI di Halut dan Ajak 3 Versi KNPI MALUT Lakukan Islah

Laporan: eLBAROROH

Lenteraumat.com,Maluku Utara-
Ternate, Pelaksanaan Musyarawah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara (Malut), yang rencananya dilaksanakan pada bulan Mei 2021 di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mendatang  mendapat penolakan dari sejumlah Lembaga Organisasi Kepemudaan tingkat nasional, salah satu OKP yang menolak pelaksanaan Musda KNPI di Morotai (Halut) adalah Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PII) Maluku Utara. Penolakan ini dinyatakan langsung oleh Ketua Umum PW PII Maluku Utara, Sadam Hardi, S.Pd, Senin (10/5/21).

Ketua Umum PD PII Kota Ternate periode 2014-2015 dan Ketua Umum PW PII Maluku Utara periode 2019-2021 ini meneguhkan sikap politiknya untuk menolak Musda KNPI di Halut dan mengajak DPD KNPI 3 versi  yakni versi Irman Saleh, versi Rusdi Yusup dan versi Surahman untuk segera Islah dalam rangka merajut persatuan pemuda di Provinsi Maluku Utara.

"Kami tolak Musda di Halut dan kami usul 3 versi DPD KNPI di Maluku Utara melakukan Islah. Karena dengan Islah dapat merajut persatuan pemuda di ruang lingkup Maluku Utara" tuturnya.

Selanjutnya ia menambahkan bawah jika 3 versi KNPI di Maluku Utara tidak mengambil langkah perdamaian dan melebur dalam satu KNPI saja maka ia khawatirkan akan terjadi perpecahan pemuda hingga ke akar rumput, karena organisasi seperti OKP Cipayung saja merasa bingun dalam menjadikan KNPI sebagai mitra pergerakan pemuda dalam rangka membangun daerah Moloku Kie Raha.

"Kita mau bangun daerah bagaimana, sementara gerbong pemuda besar seperti KNPI saja masi terkotak-kotak, maka sudah saatnya semua pemuda di Maluku Utara yang terpecah di  beberapa versi KNPI untuk memikirkan ini dan melepaskah ego sektoral serta berhimpun dalam satu KNPI agar tercipta keharmonian pemuda Maluku Utara dalam satu kesatuan yang kokoh" ungkapnya.

Putera Desa Gunange, Halsel ini menambahkan, saatnya pemuda Indonesia dan khususnya Maluku Utara perlu kembali menghayati Ikrar Pemuda, yakni Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang berangkat dari semangat persatuan pemuda dalam memperjuangkan Kemerdekan Negara Republik Indonesia sebagai cita-cita bangsa Indonesia. 

"Saya mengajak kepada pemuda se-tanah air terutama pemuda di Maluku Utara untuk kembali menghayati dan menerapkan nilai-nilai Sumpah Pemuda sebagai pedoman hidup dan semangat dalam satu barisan dan satu tujuan yang hakiki demi membangun daerah dan negara kedepan lebih baik, oleh karena itu pemuda  di tanah air perlu bersatu dalam satu kekuatan besar  KNPI untuk mewujudkan cita-cita kepemudaan itu sendiri sebagaimana yang tertuang dalam tujuan KNPI adalah Terwujudnya Persatuan dan Kesatuan Pemuda, Dalam Rangka Memelihara Persatuan dan Kesatuan Nasional Demi Tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia" Tutupnya.