PARTAI UMMAT DAN UMMATAN WASATHAN



By Zulkarnain el-Madury

Lenteraumat.com,Jakarta
Baru beberapa hari yang lalu tepatnya bulan Ramadhan berlalu. Peristiwa penting yang terjadi di bulan Romadhon adalah peristiwa turunnya Alquran, tempatnya pada tanggal 17 Romadhon tanggal 29 April, partai umat dideklarasikan.

Banyak orang mempertanyakan Mengapa harus partai umat dan mengapa tidak menggunakan parameter umat Islam sebagai partai.

Terkesan sekali seolah partai umat tidak mewakili umat Islam, padahal umat dalam definisi Islam yang dimaksud adalah umat Islam. Karena para nabi dan rasul dari umat-umat terdahulu kala adalah umat yang satu, yang disebut adalah umat Islam. Meskipun Islam lebih masyhur dan lebih terkenal pada saat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Partai umat dideklarasikan tanpa melepaskan nilai-nilai Islam. Karena memang asumsinya adalah Islam. Di dalam Alquran kata "UMAT" selalu ditujukan kepada umat Islam. Meskipun tak jarang juga dikaitkan dengan umat-umat terdahulu yang menentang islam. Tetapi lebih tepatnya kata umat ini yang dimaksud adalah universal, karena tujuannya bersifat semesta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang sesuai dengan perintah Allah dan rasulNya.


وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَـٰكُمْ أُمَّةًۭ وَسَطًۭا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًۭا ۗ وَمَا جَعَلْنَا ٱلْقِبْلَةَ ٱلَّتِى كُنتَ عَلَيْهَآ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَـٰنَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌۭ رَّحِيمٌۭ

 *Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.* Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
Surat Al-Baqarah (2) Ayat 143

Kaitannya dengan ayat tersebut lebih mencerminkan umat yang berproses menuju nilai-nilai keadilan sesuai dengan semboyan: tegakkan *Keadilan lawan Kezaliman* 

Dengan membaca umat-umat sebelumnya baik mereka yang dibawah naungan Allah ataupun mereka yang dimurkai Allah sebagaimana firman firman Allah:

تِلْكَ أُمَّةٌۭ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْـَٔلُونَ عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.
Surat Al-Baqarah (2) Ayat 141

تِلْكَ أُمَّةٌۭ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْـَٔلُونَ عَمَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.
Surat Al-Baqarah (2) Ayat 134

Pada intinya dengan menggunakan kacamata umat-umat terdahulu kala dan umat-umat yang akan datang. Partai umat menuju sebuah destinasi yang pasti untuk menjunjung tinggi martabat dibawa nilai-nilai kemanusiaan yang utuh dan sempurna dengan penuh keadilan dan jauh dari kata zalim 

Editor: Sudono Syueb