NEGERI YANG MENAKJUBKAN



By: Anonimus


Lenteraumat.com,Surabaya
Ramadhan. Seorang wartawati Inggris bertamu ke sebuah keluarga, gubuk yang sangat miskin. Tak ada isinya. Hanya tikar, tempat mereka duduk dan tidur,,

Ia heran dan kesal, kenapa Islam mewajibkan puasa, padahal diluar Ramadhan pun mereka jarang makan. Tapi ia takjub mendengar jawaban sang ibu, "Kami puasa karena cinta pada Allah, dan agar bisa merasakan derita saudara kami yang miskin". Hah,,,

Jawaban ini terus bergulir di hati dan fikirannya. Jika begitu cara cinta pada Tuhannya, begitu cara cintanya pada saudaranya, begitu cara menghormati tamu, aku ingin lah menjadi muslim,,

Dua tahun kemudian ia bersyahadah. 
Di sujudnya ia menangis. Karena derita panjang masyarakat yang ia saksikan setiap hari. Kehilangan rumah, suami, isteri, ayah, ibu, anak tercinta. Hancur. Dunia diam, tak membantu. Bahkan tak bersuara. Namun seorang muslimah sahabatnya mengatakan, "kenapa kamu menangis, justru kami bahagia. Kami baik-baik saja. Allah menguatkan kami dalam sabar, dan menggantinya dengan surga." Semakin takjub ia,,

Sahabat. Tau dimana cerita itu? GAZA,,

Sungguh banyak cerita menakjubkan disana. Ada kelembutan, kebaikan, kesabaran, tapi ada juga kekuatan, jiwa-jiwa patriot yang sangat heroik menjaga al-Aqsho. Mereka kuat karena seluruh isi alQur'an sudah masuk ke jiwanya. Hafal. Adzan syahdu kerap terdengar meski masjid hampir roboh. Disana sini anak-anak membaca alQur'an. Setiap tamu asing meski tak menggunakan busana muslim mereka sambut dengan baik. Adapun mereka terpaksa berjuang karena negaranya dijajah, dan mempertahankan alQuds, alAqsho, masjid suci ketiga ummat Islam. Mereka membela negerinya, sebagaimana kaum muslimin di Indonesia, mereka memerdekakan, menjaga dan membela negerinya,,

Begitulah Islam. "Ia akhlaq, tapi juga kekuatan. Ia kasih sayang, tapi juga keadilan. Ia negara dan tanah air. Sebagaimana Islam adalah aqidah yang bersih dan ibadah yang benar",,

Iftar at Al Aqsa, Palestine,, ❤️
#LonglivePalestine,,
#NasehatHatiUntukMenjadiLebihBaik

Sumber: portalislam.id dan fb sdr. Samsyul Efendy