LEWAT ANGIN MALAM



By: Sudono

Lenteraumat.com,Jenggolo-Sidoarjo
Kenapa kau diam jika kusapa?
Kenapa kau palingkan muka jika kupandang?
Kenapa kau belok arah jika papasan denganku?
Kenapa?
Kenapa?
Apa salah diri ini?

Aku kan sudah minta maaf padamu
Lewat angin malam
Juga siang
Lewat matahari
Juga bulan
Kadang lewat hujan
Lewat burung juga pernah 

Tapi tak pernah kau balas
Padahal lewat malam
Pernah kudengar tawamu
Bersama gemintang
Saat kau bermain dakon
Bersama kunang kunang

Kau ketawa jika kalah
Tawamu diterbangkan kelelawar
Menembus gelap
Masuk lorong 
Keluar lorong
Mencericit
Mencari serangga malam
Sudah ratusan lorong dilewati
Sejak sore tadi
Mungkin mereka sudah kenyang
Lalu jelang fajar mereka mau pulang
Aku jadi ingat 
Sebuah pujian
Tempo dulu:
Kelelawar sayapnya hitam
Terbang jauh di waktu malam
Pagi pagi mereka pulang
Sebelum Bergelantungan
Di dahan dahan
Mereka mampir dulu ke warkopmu 
Sekedar ngupi tipis tipis
Lalu kamu tanya
Kapan aku dipanggil pulang
Lelah jiwa ini
Memikirkan panggilanNya
Capek pikiran ini
Menunggu meteran listrik tak lagi berputar

Panggilan-Nya itu misteri
Yang segera minta dipanggil 
malah jadi saksi sejarah empat zaman
Padahal satu zaman bisa tiga dasa warsa
Yang ogah dipanggil malah lebih dulu berangkat
Tanpa alamat
Bekal sekelumit

Aku pun tetap menunggu
Jawabanmu
Di sini
Datanglah
Walau sebentar
Sebelum dipanggil-Nya