KOMUNIS HANYALAH SALAH SATU EKSPRESI KAUM AROGAN



Oleh: Agha Jozept
Kader Partai Ummat Jatim

Lenteraumat.com,Malang-
Sebagai organisasi atau nama, 
PKI (Partai Komunis Indonesia) sudah musnah, 
dan mustahil ada terlahir kembali.

Tetapi sebagai ideologi akan tetap selalu ada sampai akhir zaman, 
dengan nama atau tanpa nama dan dengan strategi yang berbeda tentunya.

Terkadang mereka mampu bereksistensi sebagai negara berdaulat, 
Terkadang juga mereka menjadi kelompok sempalan dalam sebuah negara.

Ciri khas kelompok ini, sebut saja kaum arogan,  
sudah ada sejak masa ribuan tahun lalu, 
dan menyebar di seluruh dunia sepanjang masa.
Tentu dengan nama yang berbeda-beda sesuai kondisi zaman.

Ciri umum mereka, yakni kaum arogan ini, yang pertama, 
tidak percaya dan tidak mau mengikuti aturan dari  ajaran Tuhan yang Mulia (esa/Mulia). 
Mereka mengandalkan hawa nafsu (pendapat, tindakan atau pemikiran bebas) sendiri atau kelompoknya, 
mengabaikan petunjuk ajaran yang maha Esa.
Dalam pandangan tradisi hukum kenegaraan  RI,  mereka telah mengkhianati sila ke-1 Pancasila.

Ciri kedua tidak menghargai pihak lain secara beradab dan berkeadilan.
Mereka memperlakukan manusia lain seperti memperlakukan benda mati, 
jika menguntungkan kelompoknya  dipelihara, 
jika berbeda akan dibuang dengan berbagai cara.
Dalam pandangan tradisi hukum kenegaraan RI, 
mereka telah mengkhianati sila ke-2 Pancasila.

Ciri ketiga,
Mereka selalu membutuhkan wilayah kekuasaan untuk mewujudkan eksistensi mereka.
Jika mereka lemah, akan menjadi sempalan dan jika kuat akan menindas sewenang-wenang.
Dalam pandangan tradisi hukum kenegaraan RI, 
Mereka telah mendompleng atau mengkudeta sila ke-3 Pancasila.

Ciri keempat, tidak menghargai musyawarah, keputusan diambil dengan pendekatan kekerasan atau pengerahan massa, menang2an, 
bahkan dengan jalan yang curang sekalipun.
Dalam pandangan tradisi hukum kenegaraan RI, 
mereka telah mengkhianati sila keempat Pancasila.

Ciri kelima, menempatkan orang-orang pada posisi penting kenegaraan berdasarkan pertemanan atau kamrad/kamerad.
Tidak aneh sistem pembagian kekuasaan sering berdasarkan hubungan kolusi atau kroni, 
karena akan saling menguatkan posisi kekuasaan.
Dalam pandangan tradisi hukum kenegaraan RI, 
mereka telah mengkhianati sila kelima Pancasila.

Ciri lain, mereka selalu membanggakan proyek2 mercusuar infrastruktur (Namrud, Fir'aun, kaum Ad dll).
Dan selalu menjanjikan  kemakmuran bersama berdasarkan nilai2 kemakmuran duniawi.

Agama hanyalah dipandang sebagai bagian dari kekayaan budaya belaka, 
Sedangkan hukum2nya diabaikan.

Hukum yang berlaku berdasarkan versi penafsiran penguasa, 
bukan konsekuensi dari Undang2 hasil musyawarah.

Bahkan banyak undang-undang ataupun peraturan  yang sengaja dipaksakan tanpa menghiraukan kemaslahatan umum.

Jika berkuasa, 
untuk menyelesaikan masalah negara, 
mereka senang dengan  pendekatan kekuasaan ataupun pendekatan kekerasan, 
karena dianggap praktis, cepat dan murah.
Pendekatan kitab suci dianggap ketinggalan zaman.
Pendekatan musyawarah dianggap terlalu bertele-tele.

Jargon-jargon kemakmuran dan kebersamaan adalah senjata penenang yang rutin dijejalkan pada rakyatnya.

Rakyat hanya boleh tunduk dan nurut keputusan kelompok penguasa ini, 
mereka yang tidak setuju dianggap musuh negara dan layak diperlakukan tidak manusiawi.

Kurang lebih itulah ciri umum mereka, kaum arogan, 
kelompok model begini selalu ada sejak zaman purba dan akan selalu ada sampai akhir zaman di semua bangsa di dunia.
Soal nama kelompok tidaklah penting bagi mereka,
Karena mereka bisa menyusup/infiltrasi pada kelompok manapun juga.

Ide-ide dasar di atas banyak diadopsi oleh berbagai kelompok politik disepanjang sejarah umat manusia, salah satu organisasi yang mengadopsi ide itu adalah komunisme, termasuk PKI.

Sehingga walau nantinya komunisme punah di muka bumi, 
tetapi ide-ide merusak yang terjabar di atas akan  tetap ada dengan nama dan strategi berbeda.

Musnahnya komunisme tidak akan memusnahkan kaum Arogan, 
mereka selalu ada.
Jika lemah akan menyusup di kelompok lain.
Jika kuat akan bersifat menindas.
Tidak aneh jika PKI, salah satu organisasi politik yang mengadopsi ciri-ciri kaum arogan, dinilai anti Pancasila.
Jelas ciri-ciri kaum arogan sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Maka itulah komunisme bukanlah satu-satunya kuda tunggangan kaum arogan, 
kelompok agama, 
kelompok liberalisme, dan 
kelompok-kelompok lainnya bisa saja menjadi kuda tunggangan mereka.
Mereka seperti virus yang mampu bertahan hidup dihampir  segala habitat, 
dan kemudian menyusun kekuatan untuk exis dari kelompok tunggangan tersebut.
Itulah karenanya kaum arogan selalu diwaspadai sebagai bahaya latent.

Kaum arogan dalam literatur Al-Qur'an tergolong mereka yang disebut sebagai : kafirun, dzolimin, musyrikin.
Mereka kufur terhadap Allah.
Dzolim terhadap makhluk Allah.
Juga terkategori musryik karena menyembah duniawi dengan segala aturannya lebih utama dibandingkan menyembah/mentaati hukum-hukum Allah.

Pada akhirnya mohon maaf bila ada kesalahan, kekurangan dan ketidaksetujuan.
Tidak ada maksud lain, 
tulisan ini hanyalah sekedar menambah wawasan dan memahami kembali suatu intisari sejarah,
Agar kita semua lebih mawas diri dalam menghadapi godaan kehidupan di dunia ini. 
#aghajozept200526#