Kolaborasi Puisi: Bumi Muntah

Foto: Tekno Tempo.co


By: Sudono Syueb & lhsanuddin


Lenteraumat.com,Lamong-Jenggolo-

Bumi Muntah

By: Sudono Syueb

Bumi muntah-muntah
Langit bersin
Angin pusing
Laut menggelegak
Gunung batuk-Batuk

Setan mencret
Malaikat tafakkur 
Manusia tadabbur
Binatang mendengkur
Pasir mendesir
Batu meluncur
Poe mencari SuMur....
Di pantai sanur
Ketemu ubur ubur


*****

Iman Masih Kedodoran

By: Ihsanuddin

Astaghfirullah....
Apa yang harus aku lakukan..
Jika gunung pun batuk..
Dan bumi ikutan muntah..
Sementara iman masih kedodoran..
Dan jiwa diliputi keserakahan..
Mata jadi gelap
Kerongkongan terasa tersumbat..
Hatipun terkesirap
Hidup bagaikan sekarat.....

Hanya ada Sepasang merpati
Berterbangan 
Sambil menari
Seakan tak merasakan
Goncangan bumi dan turunnya hujan...

Benarkah usia bumi akan berakhir....
Hingga manusia tak sempat berfikir....

******
Foto: Kompas.com

Isyarat Bumi

By: Sudono Syueb

Sudah berulang kali
Bumi kasih isyarat
Tak ada yang perduli
Tak ada yang mencatat
Kalau bumi sudah mulai masuk angin
Dan muntah muntah
Kali ini muntahnya lumpur campur batu
Air bah campur krikil

Sebentar lagi 
Dia akan muntahkan tulang belulang manusia
Mulai mbah Adam
Hingga generasi Z

Bumi jadi gelap
Matahari tak terbit
Ada orang orang berjalan saling tabrak
Tak tentu arah
Tak tahu jalan
Berteriak
Putus asa

Tapi ada juga
orang orang berjalan teratur
Menuju satu arah
Dituntun cahaya dari wajahnya
Juga dari tangan dan kakinya

******
Foto: Liputan6.com


Terus Melangkah

By: lhsanuddin: 

Ada solusi buat pujangga
Teruslah melangkah usah menoleh

Biarkan sang pujangga melanglang buana
Selagi sayap sayapnya lincah mengepak
Takkan lelah walau hati gundah gulana
Takkan mundur meski setapak
Hutan  lautan ia lewati 
Tinggi gelombang tak surutkan hati
Kejar asa tak kenal lelah
Sarat penghalang pantang menyerah
Terus melangkah pujangga muda
Jangan hiraukan kicauan burung
Terik panas jangan kau rasa
Buang jauh resah dan murung
Jiwa pujangga bebas nan lepas
Sejuta angan terikat kuat
Tangkal kalut fikiran malas 
Pupuk diri jiwa yang sehat
Terus melangkah pujangga muda
Langkahmu tak sia-sia
Letih lesu usah kau rasa
Dunia pasti kau genggam jua.

******

Pulanglah Poejangga

By: Sudono Syueb

Pulanglah Poejangga
Jangan terlalu lama melanglang
Mumpung bumi masih terang
Jalan tampak terbentang
Menuju kampung halaman

Sebentar lagi bumi muntah muntah
Jalanan penuh batu dan lumpur
Matahari menghilang
Terjadi gelap di mana mana
Peta jalan tak ada
Gadismu di kampung
Menunggu kamu
Sudah ada restu
Dari bapak ibu
Mau diajak ke pak Penghulu