ULAR DAN ULATPUN BERPUASA






Ditulis oleh : Ihsanuddin. 
Alumni Ponpes YTP Kertosono Nganjuk


lenteraumat.com,Lamongan-
Berpuasa bagi umat Islam bukanlah hal yang asing lagi.
Dan lagi, sampai dimanakah hasil puasa kita...?.

     Kita pasti tahu dua makhluk Allah ini, keduanya sama-sama menjijikkan, tapi layak juga kita ambil ibroh  dari sifat keduanya.
Kedua makhluk itu adalah Ular dan Ulat.



Ular berpuasa, begitu pula Ulat.


Kita sedikit banyak tahu bagaimana sifat ular yang suka makan katak, tikus, ayam dan sebagainya.
Bahkan yang besar bisa saja makan babi hutan dan sejenisnya.

Sementara Ulat, bentuk dan tubuhnya yang menjijikkan itu, ulat juga termasuk hama perusak tanaman.


PUASA ULAR 

     Agar ular mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan adalah harus mengganti kulitnya secara berkala.
Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Ia harus berpuasa, tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. 
     Setelah cukup puasanya, kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.

 Ibroh dari puasanya ular :

1. Wajah ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
2. Nama ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama yakni ular.
3. Makanan ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
4. Cara bergerak sebelum dan sesudah puasa tetap sama.
5. Tabiat dan sifat sebelum dan sesudah puasa tetap sama.

 PUASA ULAT 

    Ulat termasuk hewan paling rakus. Karena hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan. Tapi begitu sudah bosan makan, ia     lakukan perubahan dengan cara berpuasa              

    Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk mengubah kualitas hidupnya. Karenanya ia asingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon (kepompong) sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.

   Setelah berminggu-minggu puasa, maka keluarlah dari kokon seekor makhluk baru yang sangat indah bernama *kupu-kupu*

~ Ibroh dari puasanya ulat :

1. Wajah ulat sesudah puasa berubah indah mempesona.
2. Nama ulat sesudah puasa berubah menjadi kupu-kupu.
3. Makanan ulat sesudah puasa berubah mengisap madu.
4. Cara bergerak ketika masih jadi ulat menjalar, setelah puasa berubah terbang di awang-awang.
5. Tabiat dan sifat berubah total. Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam pemakan daun. Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu penyerbukan bunga.

Maka dapatlah kita ambil kesimpulan :

    Hakikat puasa bukanlah hanya menahan lapar dan haus saja, namun kita jg harus menahan dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yg tidak baik, sehingga kedepan kita bisa menjadi lebih baik lagi dari pada hari ini.
Puasa seharusnya mampu menghijrahkan diri kita agar semakin taqwa dan mampu menjadi "khairunnas anfa'uhum linnas" (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).
Selamat berpuasa Ramadhan, semoga kita lulus menjadi Muttaqin. Aamiin.(Sudono/red)

Lamongan@Ramadhan1442H.

                 🙏*****🙏