Renungan Malam Bersama Prof. Muhsin Sulaiman



Oleh: Ahmad Darojul Ali
(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Lenteraumat
Prof Muhsin Sulaiman, SH. Dalam bincang2 kecil pernah berkomentar  mengenai situasi umat dan gemuruh ekonumi saat itu, ketika beliau masih sehat.

Kita memang dalam keadaan sulit, kebutuhan hidup tidak terelakkan.
Ibu2 pagi habis sibuh sudah ke pasar atau ke ladang/sawah. Hanya ingin menyambung hidup.
Begitu juga bapak2 tanpa alas kaki memotong gelapnya habis subuh memegang arit atau cangkul meneliti tanaman padinya.


Para politisi dan birokrat yang setiap hari menikmati hasil pertanian di desa zig zag mempertahankan posisinya atau berharap agar lebih bagus posisi dari sebelumnya.


Tapi rata2 merasakan dampak kesulitan yang merata. Apalagi masuk masa pandemi yang belum ada ujung selesainya.


Dalam kondisi seperti ini yang selamat tentu yang PANJANG NAFASNYA.
Artinya mereka yang pandai2 mengatur pengeluaran dan pemasukan, bersabar, bersyukur apa yang ada dihadapannya.
Dan tetap optimis ada secercah harapan masa depan.
Tidak selamanya mendung itu kelabu.
" Sungguh setelah kesulitan akan ada kemudahan "....

Jakarta, 27. April 2021.
Ahmad Darojul Ali.

Redaksi: Sudono Syueb