MUHAMMAD AMIEN RAIS DALAM USIANYA KE 77 TAHUN BERWASIAT BAGI UMAT ISLAM


Foto: Medcom.id

Oleh Sukma
(Bogor, 27 April 2021)

Lenteraumat.com,Bogor-
77 tahun usia Muhammad Amien Rais (MAR), bukan usia sekejap mata tapi di lalui oleh beliau dengan beragam peristiwa, diantaranya menghirup atmosfer politik dari masa kemasa hingga kini Alhamdullilah masih bisa memberi pesan-pesan positif yang berenergi bagi kehidupan berbangsa bernegara.

Tepat di hari miladnya (26 April 1944-2021): MAR mengingatkan kepada segenap lapisan umat Islam Indonesia melalui Chennel YouTube Amien Rais Official diawali dengan merespon positif reaksi para tokoh NU dan PKB; Diantaranya Ketua Umum NU Circle Gatot Prio Utomo memprotes Nadiem dikutif dari berbagai media online menyatakan:

       _"Kami tersinggung dan kecewa atas terbitnya Kamus Sejarah Indonesia ini. Kamus itu memuat foto Hadratus Syekh Hasyim Asy'ari tetapi tidak ada "entry" nama beliau sehingga berpretensi menghilangkan nama dan rekam jejak sejarah ketokohannya. Kami meminta kamus itu direvisi dan ditarik dari peredaran."_

Hal senada juga disampaikan sekjen DPP PKB, Hasanuddin Wahid di Jakarta.

Protes kedua tokoh itu,  dinilai oleh MAR  sangatlah tepat karena menurut beliau tidak terlepas dari sikap pemerintah yang memberi kesan dihantui Islamophobia yaitu prasangka, diskriminasi, ketakutan dan kebencian tehadap umat Islam secara subjektif yang berlebihan.

Penghapusan tokoh ulama besar tentunya tidak lepas dari skenario politik yang patut di duga merupakan bagian dari langkah strategis menghancurkan umat islam di negerinya yang mayoritas dan umat islam terbesar di dunia.

Oleh karena itu umat islam indonesia tidak boleh lengkah merasa diri mayoritas dan merasa diri besar karena kesadaran politik umat islam saat ini masihlah lemah; Tolok ukur sederhana dapat kita lihat, negeri ini di kuasai oleh kekuatan politik yang relatif jauh dari norma² bernilai islami sehingga tidaklah heran begitu mudah mengkriminalisasi ulama menjauhkan ulama dari umatnya, memecah belah antar umat beragama, antar kelompok dll yang muaranya kehidupan umat terrmajinalisasi dari berbagai aspek pembangunan di era yang katanya sudah merdeka.

MAR menyebut fenomena Islamofobia ini sudah berskala global dan menjangkit hampir semua negara-negara besar sejak era kolonialisme kendati dalam Istilah yang lain; Islamophobia Ini istilah baru dan mulai dipakai setelah perang dunia kedua.

Islamofobia dikatakan oleh MAR sebagai ketakutan yang berlebihan terhadap Islam, tetapi tanpa memiliki dasar alasan yang kuat: Selain Islamofobia, kebencian tanpa dasar juga menerpa berbagai agama bahkan ras tertentu lainnya.

Islamophobia semakin lama semakin luas, peran umat islam dalam merebut dan mengisi kemerdekaan di kecilkan dan / atau jika bisa mungkin hendak di hilangkan di bumi pertiwi khususnya; Sebaliknya tokoh² komunis dimuliakan, dikemas dalam sajian catatan sejarah yang positif.

MAR mencoba membasuh kegersangan negeri yang terkesan penuh jebakan /perangkap paradigma generasi medatang untuk di jauhkan dari sejarah peran tokoh² islam, beliau menyampaikan dengan kutipan QS Ali 'Imran Ayat 118:

يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا بطانة من دونكم لا يألونكم خبالا ودوا ما عنتم قد بدت البغضاء من أفواههم وما تخفي صدورهم أكبر قد بينا لكم الآيات إن كنتم تعقلون

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kelasmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.

QS yang sama pada ayat 120:

اِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْۖ وَاِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَّفْرَحُوْا بِهَا ۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْـًٔا ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا يَعْمَلُوْنَ مُحِيْطٌ ࣖ

Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.


*UMAT ISLAM HARUS BERSATU* 

Islam telah mempersatukan dari beragam kultur budaya menggoreskan sejarah bangsa hingga menghantarkan menjadi sebuah negera besar bernama Indonesia, hal ini tidak lepas dari ucapan bijak dan jejak para tokoh islam yang mengobarkan semangat dengan mengibarkan panji² tauhid.

Saat ini kita sudah berada dalam bingkai NKRI, tugas kita adalah menjaga keutuhan negara kesatuan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dari bandit-bandit yang merongrong martabat bangsa Indonesia dibawah kendali generasi tokoh² komunis dalam sendi² kehidupan politik, ekonomi, budaya dan / atau semua rongga kehidupan lainnya untuk di jauhkan dari tatanan kehidupan yang religius.

Umat Islam harus bersatu agar dapat mengendalikan diri dari gelombang arus yang dapat melemahkan seperti halnya buih-buih tiada daya tidak ada kekuatan sehingga bandit² musuh Islam itu dengan mudah menebar virus di hati umat bernama "Al-Wahn" yaitu penyakit cinta dunia (hubbud-dunya) dan takut mati (karohiyatul maut).

Dua jenis (virus) penyakit yang digabungkan dalam satu nama yaitu "Wahn" oleh Rasulullah SAW sudah mengisyaratkan bahwa penyakit Wahn inilah merupakan penyebab kemunduran umat Islam; Menggambarkan keadaan umat Islam saat ini seakan lemah tak berdaya, walaupun banyak jumlahnya tapi tidak mampu menunjukkan kekuatannya.

*KEBANGKITAN UMAT ISLAM* 

Momentum bulan suci Ramadhan yang di warnai sejarah Nuzulul Qur'an diperingati setiap malam ke-17 dan dengan semangat jihad, Insya Allah di negeri ini pada hari ke 17 Bulan Suci Ramadhan 1442 H akan di deklarasikan berdirinya sebuah rumah demokrasi yang secara konstitusional melalui proses pemilu dapat mengambil alih kekuasaan yang kita rasakan saat ini di hantui Islamophobia.

Berdirinya rumah demokrasi yang bernama PARTAI UMMAT merupakan media kita bersama membangun kesadaran politik umat untuk bersatu menyerukan semangat persatuan dengan semboyan;

 *#LawanKezaliman* 
       *#TegakkanKeadilan* 

Semboyan sebagai kekuatan umat agar kita dapat mewujukan secara utuh Islam rahmatan lil alamin menuju negeri Baldatun Thoyyibatun wa rabbhun ghaffur.

*AllahuAkbar...!* 
(KS)

Sumber: Akun GWA LOYALIS MAR-PARTAI UMAT

Editor: Sudono Syueb