MEMBURU LAILATUL QODAR


Oleh: Abdullah Mukti
(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Assalaamu'alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh

Bismillaahir rohmaanir rohiiim.

Lenteraumat.com,Sidoarjo-
Dalam Islam banyak amalan istimewa yang salahsatunya dikenal dengan istilah 'IKTIKAF (bhs. Indonesia). Yang maksud simpelnya yaitu berdiam diri di masjid sambil berdzikir.
I'tikaf sendiri ada dua waktu cara pengamalannya. Yang pertama diamalkan sewaktu waktu kalau hanya sekedar untuk taqorrub ilallooh. Yang kedua diamalkan hanya pada sepuluh yang terakhir di bulan ramadlon karena di samping untuk taqorrub ilallooh yang spesial yaitu untuk mencari atau mendapatkan LAILATUL QODAR.

In syaa Allooh dua hari lagi kita sudah memasuki sepuluh yang akhir di bulan Romadlon tahun ini.

Di dalamnya ada kegiatan yang sangat spesial bagi kita untuk mendapatkan nilai ibadah yang sama nilainya dengan ibadah selama seribu bulan. Yaitu bagi yang ibadahnya bertepatan/bersamaan dengan  LAILATUL QODAR.
(kita baca QS. Al-QODR).

Maka Nabi menganjurkan untuk I'tikaf di masjid terutama pada hitungan yang gasal. Dan diwanti wanti oleh Nabi kita pada malam yang ke duapuluh tujuh jangan sampai terlewatkan.

Pertanyaannya : pernahkah kita merasa mendapatkan LAILATUL QODAR ? 
Atau pernah mendengar orang lain cerita pernah mendapatkannya ?
Dan sebenarnya siapa sih yang benar benar mendapatkannya ?

Menurut para  pakar kita yaitu mereka yang sejak awal sudah menyiapkan diri untuk beri'tikaf sampai akhir Romadlon. Sampai sampai persiapan atau pelaksanaan i'tikaf dilakukan para shohabat dengan mendirikan tenda karena mereka tidak pulang.

Bagaimana bagi kita ada yang i'tikaf mulai jam sepuluh kemudian jam tiga pulang untuk sahur ? Atau ya seperlunya atau suka suka hati saja atau asal asalan beri'tikaf (bhs Jawa sak kobere) ?.

Sekarang mari berandai andai atau otak atik matuk.

Ibarat ada berita bahwa Raja Salman akan mendarat di bandara Juanda pada tgl sepuluh yang akhir di bulan Agustus . Kemudian ummat islam berebut untuk bertemu supaya bisa berjabat tangan. Sebagian berjaga jaga  di Bandara Juanda  sejak tgl duapuluh satu Agustus sampai bulan Agustus berakhir. Sebagian lagi asal asalan/pokok e ikut menjemput.
Kira kira yang pasti bisa menemui dan berjabat tangan dengan Raja Salman itu siapa atau kelompok yang mana ?  Tentunya jawabannya di hati masing ya .

Sebagai penutup jangan suuddhon kepada Alloh. Sekecil atau seringan apapun amal kita, Alloh tetap mencatatnya sebagai amal sholih kita, asal niat kita benar benar karena Alloh SWT.

Ihdinas shiroothol musraqiiim.
Wassalaamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh.

Editor: Sudono Syueb